Penulisan Pertanda TanganRawa Indah

Petunjuk tangan mempunyai fungsi utama sebagai identitas dari penanda tangan dan menjamin kebenaran isi dari dokumen yang sudah ditandatangani. Dalam perjanjian atau kontrak, pertanda tangan berfungsi untuk menjamin bahwa benar orang yang menandatangani perjanjian atau kontrak hal yang demikian sudah mengenal dan menyetujui semua isinya. Pertanda tangan di dalam perjanjian adalah bukti adanya persetujuan atas perjanjian yang sudah diwujudkan oleh para pihak.

Berdasarkan UU Bea Meterai, definisi petunjuk tangan merupakan sebuah pedoman tangan sebagaimana biasanya dipergunakan, termasuk pula paraf, teraan, cap pertanda tangan, cap paraf, teraan cap nama, atau pedoman lainnya sebagai substitusi pedoman tangan. Dan berdasarkan Undang-Undang pertanda tangan bisa berupa cap ataupun petunjuk lainnya yang bisa menandakan identitas suatu pihak.

Letak Pedoman Tangan di Atas Meterai

Pembubuhan meterai serta letak petunjuk tangan tak bisa dikerjakan sembarangan tapi wajib layak dengan undang-undang yang berlaku. Menurut Pasal 7 ayat (5) UU Bea Meterai, pembubuhan pedoman tangan disertai dengan pencantuman tanggal, bulan, dan tahun sehingga beberapa petunjuk tangan di atas kertas dan beberapa sisanya di atas meterai. Bagaimana jikalau penandatanganan tak dikerjakan layak dengan undang-undang hal yang demikian? Hasilnya yakni dokumen hal yang demikian dianggap tak bermeterai sehingga perlu dilaksanakan pemeteraian kemudian, yang artinya merupakan pelunasan bea meterai yang dilaksanakan oleh pejabat pos atas dokumen yang bea meterainya belum dilunasi sebagaimana mestinya.

Berikut yakni model pertanda tangan di atas meterai yang resmi berdasarkan peraturan yang berlaku.

Penulisan Waktu Pertanda Tangan

Utang bea meterai atas dokumen dibagi menjadi dua, merupakan dokumen yang diciptakan oleh satu pihak dan dua pihak atau lebih. Untuk yang diciptakan oleh satu pihak, dokumen hal yang demikian dianggap sepatutnya melunasi bea meterai pada dikala diserahkan dan diterima oleh pihak yang menjadi tujuan dokumen hal yang demikian diciptakan, bukan pada dikala ditandatangani, umpamanya surat pernyataan. Padahal untuk dokumen yang diciptakan oleh dua pihak atau lebih, karenanya dikala terutang bea meterainya yakni pada ketika usainya dokumen itu diwujudkan, dikala sudah dibubuhi dengan petunjuk tangan dari para pihak yang bersangkutan. Sebagai model yakni surat perjanjian jual beli, yang ketika terutang meterainya ialah saat perjanjian hal yang demikian sudah ditandatangani. Penandatanganan hal yang demikian patut disertai dengan pencantuman tanggal, bulan, dan tahun yang terang. Dengan demikian, pencantuman waktu pedoman tangan amat penting dalam perjanjian, sebab hal hal yang demikian menetapkan dikala terutang bea meterai dari dokumen hal yang demikian.

Sesudah Anda mengenal fakta-fakta petunjuk tangan di atas meterai, penting bagi Anda untuk menandatangani suatu dokumen di atas meterai yang layak dengan UU Bea Meterai dan hukum lainnya. Dan seperti yang sudah Anda kenal di atas, pedoman tangan tak semestinya berupa artikel tangan, melainkan juga dapat berupa cap ataupun pedoman lainnya yang memperlihatkan identitas suatu pihak. Kecuali itu, Anda juga wajib memandang letak pertanda tangan di atas meterai, Anda wajib meletakkan di daerah yang cocok dan disertai dengan tanggal, bulan, dan tahun pada ketika petunjuk tangan dilaksanakan. Dengan adanya regulasi hal yang demikian, karenanya dalam mengerjakan petunjuk tangan di atas meterai wajib memenuhi prasyarat hal yang demikian.

Baca Tanda tangan Digital

Tinggalkan komentar